Dial bore gauge

Berisi penjelasaan pengunaan dial bore gauge

Video Powered by Youtube

Bore Gauge adalah alat ukur penting yang digunakan untuk mengukur diameter internal lubang bor (simply holes). Pengukuran ini sering digunakan dalam perawatan rutin peralatan dengan tujuan memeriksa keausan part/suku cadang agar operator mengetahui kapan mereka harus mengganti peralatan mereka. 

  1. Gunakan Jangka Sorong Untuk Mengukur Diameter Silinder
    Pengukuran ini untuk memperoleh ukuran kasar diameter silinder untuk menentukan replacement rod dan washer yang akan digunakan.
  2. Pemilihan Replacement Rod Dan Replacement Washer
    Misalkan hasil pengukuran menggunakan jangka sorong diperoleh  angka 75,30 mm (angka dibelakang koma < 0,50 mm), angka tersebut di bulatkan kebawah menjadi 75 mm. Sehingga ukuran replacement rod yang dipilih adalah 75 mm tanpa menambah replacement washer.
  3. Kalibrasi Cylinder Bore Gauge
    Langkah selanjutnya stel mikrometer sekrup seperti penjumlahan replacement rod dan replacement washer / hasil pengukuran jangka sorong yang sudah dibulatkan tadi. Selanjutnya kalibrasi Cylinder Bore Gauge menggunakan mikrometer sekrup yang telah di stel ukuran. 
  4. Baca Besar Penyimpangan Yang Ditunjukan Dial Gauge
    a. Jika jarum panjang berhenti sebelum angka nol maka hasil pengukuran ditambah dengan 0,01 x (Jumlah strip sebelum nol).
    Contoh : Jika jarum berhenti 15 strip sebelum nol maka hasil pengukuran : 75,30 + (0,01 x 15) = 75,30 + 0,15 = 75,45 mm.

  • Titik Atas (A) : yaitu pengukuran dilakukan ± 1 cm di bawah permukaan blok silinder
  • Titik Tengah (B): yaitu pengukuran di lakukan tepat ditengah-tengah kedalaman silinder.
  • Titik Bawah (C) : yaitu pengukuran di lakukan di bagian paling dasar silinder.

Tiap blok silinder ukur pada titik X & Y pada tiga posisi yaitu

  • Posisi Atas X1 & Y1
  • Posisi Tengah X2 & Y2
  • Posisi Bawah X3 & Y3
Lalu masukkan hasil pengukuran pada table :
 

Menghitung Keovalan

Tentukan sumbu X dan sumbu Y dari silinder. Lalu bagi silinder dibagi menjadi 3 bagian yaitu : 

  • TOP (Bagian atas)
  • CENTER (Bagian tengah)
  • DEEP (Bagian bawah)

Setelah itu ukur sumbu X dan Y dari masing-masing bagian. Misalnya diperoleh hasil pengukuran bagian atas (TOP) cylinder :

  • Sumbu X = 80.75 mm
  • Sumbu Y = 80.73 mm
Maka diperoleh hasil ke ovalan cylinder bagian atas : 80.75 – 80.73 mm = 0.02 mm.
Lanjutkan pengukuran pada bagian tengah (CENTER) dan bagian Bawah (DEEP).
 
Menghitung Ketirusan
Ketirusan merupakan selisih ukuran antara cylinder bagian atas dengan cylinder bagian bawah atau sebaliknya.
 
Misalnya, keovalan cylinder bagian atas adalah 0.02 mm dan bagian bawah cylinder adalah 0.01 mm, maka ketirusannya : 0.02 – 0.01 mm = 0.01 mm.

Cara mengunakan dial bore gauge

  1. Pilih ukuran pengukur teleskopik yang sesuai ukuran lubang yang ingin diukur.

  2. Kunci  batang teleskopik dan tempatkan bore gauge ke dalam lubang.

  3. Goyangkan  pegangan bore gauge ke belakang dan ke depan untuk memastikan pengukur benar-benar sejajar dengan diameter yang ingin Anda ukur.

  4. Putar sekrup pengunci searah jarum jam hingga batang teleskopik tertahan dengan kuat di tempatnya, dan keluarkan alat dari lubangnya.

  5. Anda perlu mengukur ujung batang teleskopik dengan mikrometer atau jangka sorong untuk pengukuran diameter yang akurat.

  6. Masukkan kepala bore gauge ke master pengaturan yang sesuai.

  7. Putar kenop indikator hingga penunjuk sejajar dengan tanda 0 pada permukaan dial.

  8. Masukkan dial bore gauge ke dalam lubang, pastikan kedua anvil gauge menyentuh dinding. 4. Goyangkan bore gauge dengan lembut ke depan dan ke belakang sambil menjaga anvil di sepanjang bidang sumbu yang sama.

  9. Ketika mulai membalikkan dirinya sendiri dan menuju ke arah yang berlawanan di kedua sisi tanda 0, catat pengukurannya.

  10. Lepaskan bore gauge dari lubang.

  11. Tambah atau kurangi nilai yang direkam dari nomor target yang dikalibrasi